Jum’at, 17 Agustus 71 tahun yang lalu sejarah mencatat merdekanya negara Hindia Belanda menjadi Republik Indonesia. Perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia merekam banyak sekali peristiwa penting. Dulunya hanya rakyat buruh dan petani, lalu menjadi pejuang sejati untuk mewujudkan kemerdekaan yang hakiki. kata yang digunakan oleh para pejuang terdahulu sebagai semboyan yang selalu bisa membakar semangat mereka, “Merdeka atau mati!”. Ya, cuma itu pilihan mereka pada waktu itu. Berjuang bersama agar lepas dari jeratan penjajah, atau tak berbuat apa-apa dan mati diinjak-injak keserakahan penjajah.
Bertahun-tahun pun berlalu. Kini Indonesia berada di abad 21. Indonesia yang dulu berseri kini lambat laun mulai tertidur kembali. Dulu perjuangan kakek nenek moyang mempersatukan bangsa kini terpecah belah kembali. Merdeka yang kini sudah tak seperti dulu lagi. Kini merdeka hanya sekedar perayaan rutin yang di ramaikan setiap tahunnya tanpa mengingat kembali makna di dalamnya.
Buktinya, negara ini telah dikata merdeka tetapi sengsara masih meraja lela, kemiskinan ada dimana-mana, dan korupsi makin lama makin bebas beroperasi seenaknya. Merdeka?
Jadi, mari bersama kita bangun Indonesia. Memerdekakan setiap yang terbelenggu. Mengembalikan MERDEKA dalam artian perjuangan jaman dahulu. MERDEKA yang digunakan sebagai alat pemersatu bangsa. Bukan MERDEKA yang menjadikan perpecahan, bukan pula dikata MERDEKA tapi dimana-mana nyatanya menderita.

“Kita semua adalah penyala harapan untuk Indonesia”
– Jokowi

Semakin MERDEKA dalam BERKARYA

oleh: HnH, terinspirasi dari tulisan dimazfkhr


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: