SLEMAN – Departemen Humas dan Advokasi (HUMVO) Himpunan Mahasiswa Tkenik Informatika (HIMATIF) Bersama Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi ( HIMASISFO) menyelenggarakan Sarasehan. Acara tersebut dilaksanakan pada hari jumat (13/09) dari pukul 13.30 hingga 15.30 WIB.
Acara Sarasehan ini merupakan acara yang diadakan tiap ajaran baru. Acara ini diisi oleh pembicara yang merupakan pengajar yang ada di Informatika (IF) dan Sistem Informasi (SI). Dari acara sarasehan sendiri membahas tentang kurikulum. Runtutan kurikulum yang dibahas yaitu mulai dari kurikulum, kalender akademik, sertifikasi, KKN, tugas akhir, kerja praktek, sarana dan prasarana, proses perkuliahan, prestasi mahasiswa/kelompok studi, PKM, cuti dan pemulihan status, dan UKT.
Setelah materi dari ponit diatas, banyak pertanyaan melayang yang diajukan mahasiswa. Salah satunya pertanyaan tentang bidikmisi dimana banyal permasalahan yang dihadapi jurusan tentang bidik misi.
“Bidikmisi harapanya yg masuk snmptn dihimbau tidak mengundurkan diri dari kampus. Karena berakibat blacklist dari sekolah asal. Hal itu berimbas kepada adik kelas mereka yang tidak bisa masuk snmptn di kampus yang telah memblacklist.” ujar Pak Bayu.
Dari topik terkait kerja praktek, salah satu peserta bertanya “Apakah dari jurusan menentukan berapa lama kerja praktek dan proposal kerja praktek yg akan diajukan kepada perusahaan maka bagai mana konsultasi yang dilakukan?” tanya mahasiswi bernama ika(2017). Pertanyaan tersebut langsung di tanggapi oleh Pak Awang, “Dari industri meminta biasanya meminta mahasiswa/i 4 bulan. Tetapi Informatika memberikan waktu minimal 1 bln. Dan tidak membatasi berapa lama akan KP, asalkan tidak mengganggu perkuliahan. Dan proposal tidak ada ketentuannya, tetapi dihimbau untuk konsultasi ke kordinator KP.”
Tidak berhenti disitu saja pertanyaan yang diajukan, topik yang lain yaitu terkait CBIS IF dimana untuk pencetakan KRP tidak bisa dilakukan karena jadwal ujian belum di input oleh pihak fakultas, atas usulan dari jurusan. Pak Bayu menghimbau untuk bersabar dan pencetakan bisa di cetak dua satu sampai dua minggu sebelum ujian.
Yang terakhir terkait permohonan cuti, dimana cuti yang diajukan pada semester 8 dan untuk pemulihan status kemahasiswaan pada semester 9, maka mahasiswa/I yang mengambil cuti tesebut tetap membayar UKT awal secara penuh. “Uang kuliah dihitung selama 8 semester(8x) jadi jika belum membayar UKT sebanyak 8x maka tidak mendapat diskon setengan dai UTK awal.” ujar Pak Awang.
Dari semua pembahasan sarasehan sendiri, pada akhir acara, salah satu dosen menghimbau dari forum ini bisa mendekatkan atau mengakrabkan antara mahasiswa/i dengan dosen.

Categories:

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: